Minggu, 09 Januari 2011

puisi cinta

Selalu Ada Rencana Indah Untukmu

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya



Jika Saja Engkau Bukan Manusia

If  poetry is the code and the code is poetry then this is what happens:
503… (Lima Nol Tiga)
Aku menelponmu dan kau tak menjawabnya
403… (Empat Nol Tiga)
Kudatangi rumahmu dan tak seorangpun berkata engkau ada
405… (Empat Nol Lima)
Kutanya namun tak seorangpun orang rumahmu menjawabnya
500… (Lima Ratus)
Adakah engkau ingin kita berdua putus ?
206… (Dua Nol Enam)
Sebab dulu kau hanya mencintaiku di sebagian
hatimu
302… (Tiga Nol Dua)
Saat denganku engkau mencintaiku, saat dengannya aku engkau lupakan
301… (Tiga Nol Satu)
Dan kini rayuannya membuatmu benar-benar melupakanku
404… (Empat Nol Empat)
Hingga tak ada lagi tempat
Di hatimu untukku


Tak Pernah Berlalu

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?



Seorang Penyair


Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?
Setelah lama tidak menulis satu pun puisi, satu tulisan di atas adalah sebuah curahan hati dari saya tentang keadaan yang terjadi di sekian waktu ini. Oh ya, hari ini saya juga menulis 2 puisi baru dimana salah satunya adalah puisi valentine untuk menyambut hari kasih sayang yang udah semakin dekat ini. Kedua puisi baru tersebut saya letakkan di MunajatCinta.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar